Home / Info TNI / Aliansi Pesantren For Peace Mengadakan Seminar Penanggulangan Terorisme.

Aliansi Pesantren For Peace Mengadakan Seminar Penanggulangan Terorisme.

Razanews.com-Jakarta.
Aliansi Pesantren For Peace dan Center for the Study of Religion and Cultural (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah jakarta mengadakan seminar pada jumat sore 25/5 sekaligus mengadakan acara buka puasa bersama,”acara ini bertujuan untuk mendiskusikan secara terbuka dan mengurai problem serta berupaya mencarikan solusi terhadap perkembangannya narasi ekstrem khususnya di media digital,” ujar Idris Hemay,M.si

” terkait masalah teroris ini bukan masalah yang di hadapi pemerintah saja tetapi ini masalah kita bersama, tetapi kita sebagai sipil society lebih khusus lagi pesantren pak kyai para ustad memiliki tanggung jawab bersama untuk menanggulangi mencegah terjadinya dimasa yang akan datang ,”terang idris

Koordinator Program Pesanten For Peace.berharap,”kondisi dan situasi bangsa ini kedepan minimalisir aksi aksi terorisme yang dapat menghancurkan negara,” ucap Koordinator Program Pesanten For Peace.

Acara seminar ini di adakan bertempat di Hotel Cemara ,Jl. KH. Wahid Hasyim No 69 dan tampak hadir di acara ini sebagai pembicara Prof. Dr. Azyumardi Azra, CBE (Guru Besar UIN Jakarta), Brigjen Pol. Ir, Hamil, ME (Direktur Pencegahan BNPT RI), KH. Jazilu Sakhok, Ph.D (Koordinator Aliansi PFP/PP.Sunan Pandanaran), dan Irfan Abubakar, MA (Direktur CSRC UIN Jakarta). Dan akan dihadiri 50 orang peserta dari Aliansi Pesantren for Peace (PfP), Pesantren-pesantren di Jadebotabek, Lembaga-lembaga pendidikan Islam, Lembaga pemerintah, Aktivis Perdamaian dan media.

Tahun ini di negara Republik Indonesia ini kembali dirundung duka yang ditandai dengan beberapa peristiwa kekerasan, pemboman aksi terorisme yang terjadi di beberapa tempat di tanah air. Diawali peristiwa berdarah di Mako Brimob Kelapa Dua, bom bunuh dirt di Surabaya dan beberapa tempat di Jawa Timur serta, aksi penyerangan di Mapolda Riau.

Rangkaian aksi terorisme di atas telah menelan puluhan korban jiwa dan luka-luka dari aparat polisi dan warga sipil.
Fakta di atas, menunjukkan bahwa ideologi ekstremisme dan terorisme masih ada dan terpelihara di negeri ini, begitu pula jaringan terorisme masih eksis dan bahkan berhasil memperluas cakupan, memperbaiki cara dan metodenya, dan memperbanyak pengikutnya.

Terorisme tidak hanya mengancam keamanan karena menyebarluaskan rasa takut, tapi juga dapat mengancam keutuhan bangsa dan harmoni dalam kehidupan sosia.
Dalam hal ini Pemerintah, masyarakat dan media justru semakin diperiukan sinergi dan kekompakan untuk melancarkan kontra narasi terhadap narasi ekstremis dan memberikan narasi alternatif kepada masyarakat yang terpapar Termasuk daiam ha ini pesantren sebagai benteng pertahanan Islam dari ideologi ekstremis semakin diharapkan perannya dalam mengembangkan strategi kontra narasi dan narasi alternatif yang mempromosikan persatuan, perdamaian, toleransi dan kesalehan yang sesungguhnya.

diakhir acara Aliansi For Peace sebuah jaringan 1500 ustad dan Kyai muda dari 750 pondok pesantren sejawa memberikan pernyataan sikap yaitu :
1. Terorisme menjadi ancaman bagi keutuhan bangsa, harmoni daiam kehidupan sosiai, eksistensi umat manusia dan melenyapkan niiai-niiai budaya serta merusak niiai-niiai sosiai.
2. Karena itu, mengutuk keras serangan terorisme yang terjadi di indonesia khususnya di Surabaya dan Riau karena tidak sesuai dengan ajaran agama dan niiai-niiai kemanusian universal.
3.Mendukung penuh pemerintah melalui Kepolisian dan BNPT untuk bersikap dan mendesak tegas setiap pelaku terorisme dan ektremisme sesuai aturan yang berlaku.
4. Merangkui seluruh pesantren di Indonesia untuk berperan penting dalam memberantas ideologi ekstremisme dan terorisme.
5. Meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan pesantren untuk melakukan pencegahan terorisme melalui kontra narasi esktremis dan menyebarluaskan narasi alternatif di berbagai media termasuk media sosiai.
6. Memperkuat jaringan pesantren dan civil society melalui “Aliansi Pesantren for Peace” untuk menyebarluaskan ajaran Islam yang pro perdamaian, toleran, terbuka dan mengedepankan maslahat umum.
7. Berkomitmen untuk mempertahankan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjunjung tinggi nilai-niiai Bhinneka Tunggal Ika (dd)

About contributor

Check Also

1006 NARAPIDANA DICETAK MENJADI AHLI KONSTRUKSI

Razanews.com – Batam, Info_PAS, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri puguh Budi Utami, kembali meresmikan 1006 Narapidana …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *