Home / Nasional / Brigjen Siswadi : Indonesia Sudah Masuk Bencana Narkoba.

Brigjen Siswadi : Indonesia Sudah Masuk Bencana Narkoba.

Razanews.Jakarta

Demikian pernyataan
Pembina GPAN (Generasi Peduli Anti Narkoba) Brigjen Siswandi , 27/3/2017

Pernyataan Brigjen Siswadi tersebut sangat beralasan, karena bahaya Narkoba sudah mengancam ke daerah dan pasarnya sudah menyasar kepada anak anak sekolah dasar dalam bentuk jajanan ” permen”.

Perihal Artis Rhidho Rhoma tertangkap dengan barang bukti 0,7 gram shabu shabu, ” sangat kita sesalkan apalagi diduga Rhido Irama memakai Narkoba sudah 2 tahun, ironisnya dari pihak keluarga Ridho tidak ada yang tahu”.

“Kalau ada yang bertanya apakah Ridho merupakan Korban situasi lingkungan tidak bisa menghindarkan diri dari Narkoba iya kalau dari awal memakai, karena sudah 2 tahun memakai Narkoba maka kategorinya Pecandu”, tegas Brigjen Siswandi.

Bagi pecandu apabila belum terjadi proses hukum silahkan saja melaporkan diri ke institusi penerima wajib lapor untuk direhabilitasi maka dia tidak akan dituntut Pidana.

Tapi siapapun yang masih menggunakan Narkotika maka itu sebuah kriminal proses hukum tetap harus dijalani , manusianya direhabilitasi .
Perlu diketahui Rehabilitasi itu juga sebuah hukuman, tetapi bukan dipenjara . sehingga korban tidak di satukan dengan tahanan lain, diobati dan disembuhkan dari ketergantungan narkoba.

ia menambahkan untuk dunia Infotaitment atau khalayak umum “belum ada kata terlambat, untuk datang dan melaporkan diri datang ke kami GPAN
Disini akan difasilitasi untuk direhabilitasi , hal ini sebelum ditangkap aparat kepolisian dijembatani untuk direhabilitasi disembuhkan agar bebas dari Narkoba, ini sesuai perintah UU .

Korban atau pecandu Narkoba mendatangi intitusi wajib lapor untuk direhabilitasi tidak akan dituntut pidana ini aturan hukum perintah UU, ayo kita sosialisasikan bersama sebelum banyak korban berjatuhan..

UU Narkotika No. 35 tahun 2009, UU tersebut sangat tegas dan humanis, tegas dalam hal memberikan sangsi sampai yang terberat, Humanis dia memberikan kesempatan bagi korban dan pecandu untuk direhabilitasi, UU itu sudah sempurna tinggal manusia dan aparatnya jangan dibolak balik, tatkala seseorang pecandu digiring pasalnya kurir atau sindikat, tatkala kurir dibilang pecandu ini penerapan hukum yang salah.

Untuk membedakan secara specifik pengguna Narkoba, Ganja, Shabu, ekstasi, heroin, saat ini presentase pengguna Narkoba naik , berarti pengguna market narkoba semakin tinggi , konsumen narkoba meningkat penyelundup narkoba juga banyak, jika konsumen direhabilitasi maka suplai narkoba otomatis akan terhenti karena konsumen sudah tidak memakai narkoba lagi, Untuk pengedar hukuman mati memang ada, karena memang itu sesuai perintah dan vonis hukuman Brigjen Siswandi setuju untuk pengedar Narkoba dihukum mati, panglima tertinggi di negara ini Hukum jadi perlu diterapkan, hal ini perintah UU.

Kami menyambut baik pada Rhoma Irama apabila ingin bergabung dalam pemberantasan anti narkoba , GPAN sangat terbuka, kita cari solusi terbaik untuk pemakai dan pecandu Narkoba untuk sama sama mensosialisasikan akan bahaya narkoba dan proses Rehabilitasi bersama GPAN.
(Rz/dd)

About admin

Check Also

PBB Laskar Nusantara Mengecam Tindakan Teroris

Razanews.com – Jakarta . Selasa malam 15/5 Laskar Nusantara berkumpul di depan patung kuda jalan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *