Home / Daerah / GMKI Mengadakan Seminar Nasional dengan Tema “Pancasila, Hubungan Antar Agama, dan Revolusi Industri Ke-4

GMKI Mengadakan Seminar Nasional dengan Tema “Pancasila, Hubungan Antar Agama, dan Revolusi Industri Ke-4


Razanews.com- Jakarta, PGI- GMKI menyelenggarakan kegiatan rangkaian Penutupan Dies Natalis ke- 68 GMKI dan Seminar Nasional dengan Tema “Pancasila, Hubungan Antar Agama, dan Revolusi Industri Ke-4″, bertempat di Graha Oikoumene PGI- GMKI Lantai 5, Jl. Salemba Raya No.10, Jakarta Pusat (16/3/2018).

Tampak hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut antara lain Prof Sri Adiningsih (Ketua Dewan Pertimbangan Presiden),Letjend TNI (Purn) Agus Widjojo (Gubernur Lemhanas),Prof. Jimly Asshiddiqie (Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia),Pdt. Albertus Patty (Ketua MPH Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia),Baktinendra Prawiro (Ketua Umum DPP Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia),Yaqut Cholil Qumas (Ketua Umum GP Ansor)

pada hari ini juga akan diselenggarakan pula Malam Penganugerahan Panji Perdamaian GMKI 2018 dan Penutupan Rangkaian Dies Natalis ke-68 GMKI Diberikan kepada anggota, senior GMKI, dan figur masyarakat yang menjadi penggerak kehidupan sosial masyarakat.

Panji Perdamaian Johannes Leimena diberikan kepada Prof. Dr. H. Ahmad Syafi’i Maarif, Pdt. Dr. Soritua A.E. Nababan, Romo Frans Magnis Suseno.

Sementara itu Prof. Jimly Asshiddiqie (Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) dalam sambutannya mengatakan, ” Saya mengajak semua umat beragama itu merasa berada dalam satu front dalam menghadapi kemajuan zaman yang sangat distruktif ini. Kalau kita tidak bersatu kita tidak bisa menghadapi pengaruh globalisasi yang menawarkan sarwa benda”, ujarnya.

Jimly menegaskan bahwa semua umat beragama itu berperan untuk membentuk perilaku ideal bagi warga Negara Republik ini.

” Dengan ukuran – ukuran etika masing- masing agama, ajaran tentang hukum, ajaran tentang Ketuhanan supaya kita menjadi bangsa yang punya kepribadian”, paparnya.

Beliau juga mengatakan,” Karena bangsa kita ini bangsa yang sangat agamis, dan tercermin di rumusan UUD 1945 dan Pancasila, dan Konstitusi yang paling banyak menyebut kata Tuhan”,jelas Jimly.

Beliau berharap,” kepada seluruh warga Indonesia  untuk merajut kerukunan, diantaranya dengan bijaksana dalam menggunakan media sosial (medsos).

” kita jangan menyebar kebencian, dengan berpendapat seolah-olah kita yang benar dan yang lain salah,  ini harus disadari oleh semua orang. Jangan Menghujat Tuhan, menghujat Nabi , dan jangan menghujat Agama”, pungkasnya.
(Dd)

About admin

Check Also

Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan, Milawati Zulkarnain Hadiri Bazar Ragam Sriwijaya

Jakarta- Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan Ibu Milawati Zulkarnain mengatakan bahwa bazar ini sangat baik, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *