Home / Daerah / Kasus Dugaan Korupsi Proyek Pipanisasi diselidiki Kejaksaan Tinggi

Kasus Dugaan Korupsi Proyek Pipanisasi diselidiki Kejaksaan Tinggi


Tanjab Barat-razanews.com Kasus dugaan korupsi Proyek Pipanisasi air bersih Tanjab Barat tahun 2007 hingga 2010 yang menelan dana anggaran mencapai Rp 408 miliar dari APBD dan APBN ini Sejak Kepemimpinan Bupati Safrial priode yang lalu hingga berakhirnya masa jabatan Bupati, proyek pipanisasi air bersih pun terbengkalai.

Namun Bupati Safrial masih di percayakan kembali oleh masyarakat untuk menjadi pemimpin daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Kerena Proyek pipanisasi air bersih itu adalah merupakan Program unggulan Bupati Safrial, kini Bupati Safrial kembali melanjutkan Program Proyek pipanisasi air bersih Tanjab Barat tahun 2017 telah di anggarkan dari dana APBD senilai Rp.33 miliar yang juga diwacanakan untuk anggaran tahun 2018 sebesar Rp107 miliyar.

Until tahun 2019 Rp 65 miliar, tahun 2020 Rp 35 miliar. tahun 2021 Rp10 miliar, total Rp 250 miliar dan itu baru target penyambungan pipa air bersih Tanjab Barat.

Menurut informasi yang dihimpun awak media, kasus dugaan Korupsi Proyek pipanisasi air bersih Tanjab Barat, tahun 2007 hingga 2010 yang menelan dana Rp.408 miliar ini kembali terungkap lagi dan ditangani oleh Kejati Jambi.

“Kasus dugaan korupsi terungkap, atas keterangan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tanjung jabung Barat, Ir Andi Akhmad Nuzul mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya diperiksa sebagai saksi oleh Kejaksaan Agung di Jakarta dalam kasus dugaan korupsi proyek pipanisasi.

Menurut Ir Andi Akhmad Nuzul, dirinya dipanggil sebagai saksi oleh kerana Kejagung, diduga terkait dengan mantan Kadis PU Tanjab Barat. yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ya, saya belum bisa memastikan, apakah pemeriksaan nanti terkait kasus itu, atau tidak kasus lain, tetapi yang jelas saya diminta hadir untuk memberikan keterangan di Kejagung sebagai saksi,” Pungkas Akhmad Nuzul,

Hal ini juga di ungkapakan Kasi Penerengan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jambi Dedy Susanto yang mengatakan bahwa beberapa minggu yang lalu talah dilakukan pengecekan ke lapangan oleh tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi, menelusuri bentangan pipa sepanjang 34 KM meter yang juga perlu waktu beberapa hari.

Dalam kasus ini Penyidik sendiri sudah menetapkan tersangka beberapa orang, salah satunya adalah Hendri Sastra mantan Kadis PU. Kab Tanjung Jabung Barat Provinsi jambi.

“Untuk perkembangan berkas selengkapnya meteril dan formal tersangka Hendri Sastra sendiri saat ini masih diperiksa oleh JPU sebelumnya tersangka juga sudah pernah diperiksa.
Sekedar Informasi Kasus dugaan Korupsi dalam Proyek pipanisasi Tanjab Barat ini Penyelidikannya dibagi menjadi dua bagian besar, Pertama Kasus Pekerjaan fisik pipanisasi dengan kerugian negara Rp 151.340 miliar dan Kasus uang jaminan pekerjaan rekenan dengan kerugian negara Rp 7.567 miliar, dan selanjutnya masih dalam Penyelidikan, Pungkas nya Dedy,.(deni/Efendi)

About admin

Check Also

Warga Tanjab Barat Sesalkan Sikap Bupati

Tanjab Barat razanews,-Bupati Tanjab Barat Dr.Ir.H.Safrial MS selaku pemegang kebijakan di Pemerintahan ternyata tidak menghadiri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *