Home / Nasional / Menjawab Tantangan Buah Lokal dan Produk Pangan Unggulan Indonesia

Menjawab Tantangan Buah Lokal dan Produk Pangan Unggulan Indonesia

Menjawab Tantangan Buah Lokal dan Produk Pangan Unggulan Indonesia

Berdasarkan amanat dari Perpres No 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2015 2019), peranan iptek diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata perekonomian nasional Terdapat minimal tiga  tantangan yang dihadapi, yaitu pertama meningkatkan dukungan nyata iptek terhadap peningkatan daya saing sektor-sektor produksi barang dan jasa, kedua meningkatkan dukungan iptek untuk keberlanjutan dan pemanfaatan sumberdaya alam itu hayati maupun nir hayati dan ketiga meningkatkan dukungan iptek untuk penyiapan masyarakat indonesia menyongsong kehidupan global yang maju dan modern.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menginisiasi program penguatan lembaga litbang melalui Program Pengembangan Pusat Unggulan iptek (PUI) yang diarahkan untuk penguatan kapasitas dan kapabinas lembaga litbang untuk menjawab tantangan yang dihadapi di atas. Penguatan kelembagaan iptek merupakan langkah penting dalam penguatan sistem inovasi nasional agar lembaga iptek dapat berkinerja tinggi dengan menghasilkan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas adopsi pengguna teknologi (masyarakat, industri, dan pemerintah).

Menjawab tantangan buah lokal dan produk pangan unggulan Indonesia  kali ini Kemenristekdikti mengadakan acara coffee morning yang di selenggarakan hari Kamis (24/11), bertempat di Kemenristekdikti, Jakarta. Dihadiri oleh Dr. Ir. Darda Efendi, M.Si (PUI PT pada Holtikultura Tropika), Dr. Ridwan Rachmat (PUI pada tanaman padi), Dr. Joni Munarso (PUI pada pasca panen pertanian), Sutrisno, SP (PUI pada aneka kacang dan umbi), Patdono Suwigajo (Dirjen Keseimbangan Iptek dan Dikti), Kemal Prihatman (Direktur Lembaga Litbang).

Sejak Tahun 2012 sampai Tahun 2016 program ini terus dikembangkan agar lembaga litbang mampu menghasilkan  produk iptek maupun produk inovasi yang berbasis demand/market driven dalam rangka mendukung peningkatan daya saing pengguna teknologi (dunia usaha, industri kecil dan menengah, pemerintah, dan masyarakat) sesuai potensi ekonomi daerah. Saat ini telah ada 45 lembaga litbang unggul dan 19 diantaranya telah berstatus dan ditetapkan sebagai Pusat Unggulan iptek (PUI).

Dalam bidang fokus unggulan pangan, beberapa produk unggulan mencakup varietas-bibit buah lokal indonesia dan produk unggulan pangan padi, kedelai termasuk teknologi pengolahan pasca panen. Produk unggulan tersebut dihasilkan PUI Hortikultura Tropika IPB, PUl Tanaman PadiKementan, PUI Aneka Kacang dan Umbi-Kementan serta PUI Pasca Panen Pertanian-Kementan Keempat lembaga litbang ini telah berstatus sebagai Pusat Unggulan iptek yang ditetapkan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2013-2015.

Pusat Kajian Hortikultura Tropika institut Pertanian Bogor ditetapkan sebagai salah satu Pusat Unggulan iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Hortikultura Tropika yang berperan dalam menghasilkan varietas unggul dan pengembangan koleksi plasma nutfah. menyebabkan teknologi bagi peningkatan kualitas, kuantitas dan stabilitas produk dalam rangka meningkatkan daya saing buahbuahan tropika, berpartisipasi mensejahterakan petani melalui pengembangan jejaring dan dustering yang kuat, dan berpartisipasi dalam menghasilkan SDM bermutu untuk mendukung perbuahan nasional. PUi-PT Hortikultura Tropika telah menghasilkan berbagai varietas tanaman hortikultura, diantaranya adalah 7 varietas papaya, 5 varietas manggis,  8 varietas melon, 5 varietas nenas , 3 varietas pisang dan 1 varietas salak.

Masalah ketahanan pangan adalah masalah yang sangat besar maka PUI ini salah satu cara yang kementrian lakukan untuk bisa mendukung program Kementrian ketahanan Pangan tentunya untuk bisa sampai yaitu berkontribusi maksimum ketahanan pangan ini yang perlu kita perbanyak PUI, Yang ada sekarang ini total PUI ada 45 PUI tapi yang mengenai pangan tidak semuanya PUI yang ada.

Meskipun sudah menunjukkan hasil yang bagus tapi masih terlalu kecil dan terlalu sedikit untuk bisa mewujudkan ketahanan pangan, untuk harus diperluas dan setidaknya perluas dan setidaknya programnya di Kemenristekdikti tapi juga di Kementrian Pertanian juga punya tanggung jawab yang sama untuk mewujudkan ketahanan pangan” ungkap Patdono Suwigajo (Dirjen Keseimbangan Iptek dan Dikti).(Sari)

About Dede

Check Also

Purna Prakarya Muda Indonesia merupakan suatu organisasi kepemudaan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Razanews.Jakarta PPMI lahir atas dasar rasa persatuan, persaudaraan dan rasa nasionalisme antara sesama pemuda yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *