Home / Daerah / Pekerjaan PT Central Karya Mandiri di Beberapa Titik Desa Diindikasi Sarat Korupsi

Pekerjaan PT Central Karya Mandiri di Beberapa Titik Desa Diindikasi Sarat Korupsi


Tanjab Bara, Razanews.com,- Pekerjaan pengandalian daya rusak air di Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjab Barat TA APBD 2017 Provinsi Jambi dengan nilai Kontrak Rp 3.393.968.000, pelaksana PT Central Karya Mandiri yang berlokasi dibeberapa titik desa, diduga sarat muatan Korupsi.

Pekerjaan tersebut menimbulkan banyak pertanyaan di karenakan diduga kurangnya Volume pekerjaan sekitar 2,7 KM. Bahkan di tempat terpisah, Kepala Desa Sungai Baung, Abdul Hamid menjelaskan, “Seharusnya Volume yang dikerjakan oleh PT Central Karya Mandiri itu sekitar 20 KM, namun yang dikerjakan dilokasi hanya berkisar 17,3 KM. Jadi kekurangan pekerjaan tersebut ada dibeberapa titik lokasi Desa, diantaranya Dusun Harapan yang seharusnya dikerjakan 4 KM yang dikerjakan dilokasi hanya 3,7 KM dan Dusun Karya 4 KM dikerjakan hanya 3,8 KM.”

Lebih lanjut, ia mengatakan, untuk Dusun Karya tersebut ada di 2 lokasi, yakni parit 6 dan parit 7. Untuk parit 6 seharusnya 1,5 KM yang dikerjakan hanya 1,3 KM dan parit 7 seharusnya 2,5 KM dikerjakan hanya 2,3 KM. Lebih parah lagi di parit 5 seharusnya dikerjakan 4 KM ternyata yang dikerjakan oleh rekanan hanya berkisar 2 KM saja.

Masih kata dia, biasanya kalau pekerjaan seperti ini tetap menggunakan paralon guna penyulingan masuk dan keluarnya air ke kebun masyarakat setempat, namun pihak rekanan sama sekali tidak memasangnya, dengan terpaksa para masyarakat setempat membeli paralon secara pribadi.

“Memang benar kalau saya, Sekdes dan tokoh masyarakat serta warga setempat langsung turun ke lokasi untuk mengukur kekurangan Volume pekerjaan sirekanan tersebut. Pengukuran ini dilakukan dikarenakan adanya laporan dari beberapa warga setempat. Bahkan katanya ada apa alat berat itu cepat sekali dibawa oleh rekanan pergi, padahal pekerjaannya masih ada, sudah beberapa minggu kami tunggu namun alat berat tersebut juga tidak kembali. Jadi saya dan warga setempat langsung mengukur Volume pekerjaan itu, kata Baung Abdul Hamid.

Saat pihak Konsultan, Dinas terkait dan Rekanan mau dihubungi justru tidak dapat dihubungi/di Konfirmasi terkait masalah tersebut. (DN)

About admin

Check Also

Bangun Sinergi Guna Perkuat Program Industri Rumahan

Razanews.com,Yogyakarta (4/5) – Kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Industri Rumahan (IR) Tahun 2018 yang diinisiasi oleh Kementerian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *