Home / Daerah / Pemilik Hak Tanah Ajukan Gugatan Pembatalan Sertifikat melalui PTUN Kota Baru Jambi

Pemilik Hak Tanah Ajukan Gugatan Pembatalan Sertifikat melalui PTUN Kota Baru Jambi

Razanews,- Tanah yang menjadi Objek Gugatan adalah Sertifikat Hak Milik Nomor 1523 tahun2000 tanggal 12-12-2000′ Surat Ukur Nomor 290/tkl.II/2000 tanggal 27-11-2000, dan Sertifikat Nomor 1524 tahun 2000 Surat ukur 291/tkl.II/2000 tanggal 27-11-2000 diterbitkan tanggal 12-12-2000, Sertifikat Atas nama 3 orang Pemilik Tanah, 1 TIMAH Tanggal lahir 00-00,00. 2 ABDUL KADIR, Tanggal 00-00-1935. dan ISKANDAR,Tanggal 08-04-1939 mengatas namakan Pemilik Sertifikat hak tanah yang terletak di Jalan Menggal II Rt 09 Kelurahan Tungkal II Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Bahwa tanah tersebut saat ini yang menjadi Objek sengketa dengan Ahli Waris Almarhum H Tamin bernama MUHAMAD AHYAT dan MUHAMAD BUHARI merupakan ahli waris Pemilik tanah yang diperoleh dari Almarhum H Tamin.

Adapun Asal usul tanah adalah dari Hasil Tebas Tebang Hutan Usaha Sendiri Oleh Almarhum H Tamin Sejak Tahun 1930 yang dikuasai oleh H Tamin berdasarkan Usaha Sendiri. Kemudian pada tanggal 24 September 1960 bidang tanah tersebut merupakan tanah hak Adat, di atas tanah tersebut berisi dengan tanaman pohon kelapa, lebih kurang sebanyak 680 batang pohon kelapa, lebar 20 baris, panjang 34 baris pohon kelapa.

Tidak ada pihak lain selain ahli waris yang berhak menguasai hak tanah Almarhum H Tamin. Namun orang Penggugat Bernama MUHAMAD AHYAT dan MUHAMAD BUHARI, Mendapat Pembagian Warisan Tanah berukuran 24.565 M2, Lebar 85 M2 Panjang 289 M2, berdasarkan Putusan Pengadilan Agama Kuala Tungkal Nomor 24/Pdt.G/1997/PA.Ktl, dan berdasarkan Surat keterangan kepemilikan hak tanah tanggal 23 November 1997, Sebagai bukti kepemilikan hak tanah milik M.Ahyat dan M.Buhari.

Hingga tanah tersebut yang menjadi Objek Gugatan, Pembatalan Sertifikat Nomor 1523 dan Sertifikat Nomor 1524 yang diterbitkan oleh BPN Kuala Tungkal, yang di atas namakan 3 orang hak milik Sertifikat tersebut, Terjadi hal ini tentu saja Pemilik tanah M.Ayah dan M.Buhari tidak Terima.

Kerena hak tanah milinya itu, diterbitkan oleh BPN Kuala Tungkal,kepada atas nama 3 orang bukan pemilik tanah yang sah, Kerana tanah milik MUHAMAD AHYAT dan.MUHAMAD BU HARI, Yang diterbitkan Sertifikat atas nama 3 orang oleh BPN Kuala Tungkal tersebut.

Hingga M.AHYAT dan M.BUHARI Mengajukan Gugatan untuk Pembatalan Sertifikat Melalui Pengadilan Tata Usaha Negara Kota Baru Jambi.

Dikatakan Ahyat bahwa SHM Tersebut tidak sah yang diterbitkan oleh BPN Kuala Tungkal, kerena atas nama 4 orang Pemilik SHM itu tdak memiliki hak tanah dilokasi Objek Gugatan tersebut.

“Bagaimana Kinerja BPN Tanjab Barat, Ko bisa-bisanya BPN Menerbitkan Sertifikat yang tidak berdasarkan Persedor Keterangan Kepemilikan Tanah yang sah, hinga terjadi sengketa merugikan hak Milik tanah orang lain,” Ujar Ahyat.

Di lain sisi, kuasa hukum BPN Kuala Tungkal.Syafrizal Syah.SH membantah dan mengatakan untuk Penerbitan SHM itu sudah sesuai dengan persedor, dan berdasarkan Surat keterangan Dijual beli tanggal 23 Maret 1963 Tanah dari Bangsa Asing (Tioa) bernama DJESING dan Surat keterangan waris tanggal 8 November 1995 dan Surat keterangan tanah nomor. 593.2/03/1997 tanggal 04 Maret 1997. yang di perlihatkan Pemohon kelapa BPN Kuala Tungkal.

“Adapun yang dikatakan Kuasa hukum BPN itu adalah bohong yang tidak berdasarkan fakta-fakta kepemilikan Tanah yang sah. Hal ini Jalas dari Pengakuan Pemilik Sertifikat bernama ISKANDAR, Surat Keterangan Dijual beli tanggal 23 Maret 1963 Adalah palsu yang di Rekayasa Oleh Komplotan ISKANDAR,yang seakan-akan orang tua Iskandar bernama Abdul Gani bin Muhamad itu miliki tanah yang dibeli dari Bangsa Asing (Tioa) bernama DJESING dan ditanda tangani Pake Jempol Kaki oleh Sarkawi komplotan Iskandar,” jelasnya.

Sedangkan keterangan dari Perkumpulan BUDHI LUHUR .Bahwa Djesing meninggal dunia pada tanggal 04 Oktober 1962 Iskandar mengakui terhadap Penyedik Mapolres Tanjab Barat.

Berdasarkan dari pengakuan Iskandar itu akhirnya Iskandar pun menjadi tersangka hingga ditahan beberapa hari. Karena Sakit, lalu ia dibebaskan pulang kerumahnya dan 2 hari kemudian Iskandar pun Meninggal dunia. Hal ini jelas fakta pembuktian Rekayasa dasar Pengajuan Penerbitan Sertifikat tersebut Palsu, Untuk lebih jelasnya lagi.

“Simak keterangan dari ABDUL KADIR yang diatas namakan Pemilik Sertifikat Nomor 1523 dan Nomor 1524 dia mengatakan yang sebenar-benarnya kepada Penggugat M.Ahya dan dihadapan Penyelidik Polda Jambi, Bahwa Saya tidak pernah memohon terhadap BPN Kuala Tungkal.untuk diterbitkan Sertifikat atas nama 4 orang tersebut, bahkan juga saya tidak pernah Menjual belikan tanah yang berdasarkan Sertifikat tersebut, Atau saya membebeinkan Kepada NAZIRI LAZIE, SH yang berprovisi selaku Pengacara itu,Juga saya tidak pernah menanda tangani pernyataan Surat kuasa yang berkaitan dengan Sertifikat Nomor 1523 dan 1524 atas nama 3 orang tersebut, Kalau ada yang mengatas Namakan Saya ABDUL KADIR bertanda tangan,adalah palsu. Namun semua itu adalah akal-akalan Nazirin lazie yang Merekayasa, Dan saya memohon kepada Pengadilan Tata Usaha Negara Kota Baru Jambi, agar mengabulkan Permohonan Penggugat untuk membatalkan Sertifikat atas 4 orang dan saya ABDUL KADIR,pungkasnya.(DENI/Efendi)

About admin

Check Also

Warga Tanjab Barat Sesalkan Sikap Bupati

Tanjab Barat razanews,-Bupati Tanjab Barat Dr.Ir.H.Safrial MS selaku pemegang kebijakan di Pemerintahan ternyata tidak menghadiri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *