Home / Nasional / The World Peace Forum Akan diadakan di Jakarta Pada Bulan Agustus 2018

The World Peace Forum Akan diadakan di Jakarta Pada Bulan Agustus 2018

Razanews.com-Jakarta.World Peace Forum (WPF) bersama diselenggarakan oleh Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Interfaith dan Intervilizational Dialogue and Cooperation (UKP-DKAAP), Pusat Dialog dan Kerjasama Antar Peradaban (CDCC) Indonesia, dan Cheng Ho Multi- Kepercayaan Budaya & Pendidikan Malaysia, diciptakan pada tahun 2006 untuk menyediakan jalan bagi pembuat kebijakan, pemimpin agama, intelektual, aktivis perdamaian, dan tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai negara yang bertukar pandangan dan pengalaman untuk mengadvokasi penguatan aspek mendasar dari perdamaian dunia melalui visi yang mencerahkan dari Satu Kemanusiaan, Satu Takdir dan Satu Tanggung Jawab. Ini telah diselenggarakan enam kali sejak 2006, acara dua tahunan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka yang menunjukkan komitmen tinggi untuk mempromosikan dunia yang damai bagi seluruh umat manusia.

Menurut Prof Din Syamsuddin ketua CDCC ,” kegiatan ini akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang pada tanggal 14,15 16 Agustus 2018 di sebuah hotel di Jakarta yang masih dalam proses,”ucap ketua CDCC

“Kegiatan ini juga akan dibuka oleh bapak Presiden Jokowidodo dan ditutup oleh bapak wakil presiden

World peace forum atau forum perdamaian dunia adalah ajang pertemuan antara para pencipta perdamaian di dunia baik dalam kalangan agama, maupun kalangan intelektual maupun policy maker pembuat kebijakan dari kalangan pejabat dan birokrat ada juga dari kalangan dunia  usaha dan media,” terang din syamsudin.

Word peace forum adalah ajang silaturahim pertemuan tukar menukar pemikiran diantara stakeholder dari perfamaian dunia baik dari kalangan agamawan intelektual cendikiawan maupun para penentu kebijakan dan lain lain,”terang Din syamsudin

Forum tahun ini memiliki tema besar yaitu “Jalan Tengah untuk Peradaban Dunia Baru”, untuk menanggapi situasi saat ini di mana krisis peradaban sedang terjadi di banyak bagian dunia. Krisis peradaban seperti ini berakar pada sistem dunia yang dinamis menempatkan kepentingan manusia sebagai satu-satunya tujuan manusia untuk menjadi objek eksploitasi manusia yang tidak menguntungkan. Situasi ini telah menciptakan banyak masalah seperti perubahan iklim, kerawanan pangan, kelangkaan energi, bencana alam, perang, dan ekonomi serta krisis keuangan. juga mendorong munculnya sekularisme, dan ekstremisme, yang menjadi ideologi yang didominasi dunia dan lebih buruk, pada saat yang sama dunia juga mengalami gangguan dari global ke lokal, dari etnis
konflik dengan perang. Tidak diragukan lagi, dunia kita membutuhkan pendekatan baru untuk mempromosikan perdamaian dunia. Di titik ini, Forum tahun ini akan membahas pendekatan baru itu yaitu Jalan Tengah.

Pendekatan Jalan Tengah ini menempatkan etika dan moralitas sebagai titik pandang dasar dan karakter dasarnya. Mengingat pengalaman dan tradisi Indonesia di Indonesia mempromosikan perdamaian melalui adopsi pendekatan Jalan Tengah ini, adalah tepat waktu untuk memperkenalkan pendekatan Jalur Tengah kepada komunitas internasional.

Pendekatan Middle Path ini bekerja dengan baik dalam pluralisme Indonesia di mana Islam adalah penganut terbesar di Indonesia (hampir 88,2% dari 255 juta
populasi). Sudah diketahui bahwa Islam di Indonesia adalah moderat dan mempraktikkan wasatiyah (jalan tengah), dengan tradisi inklusif yang kuat, toleransi, koeksistensi damai, dan hidup harmonis dengan berbagai suku dan agama. Untuk ini, Indonesia memiliki kredensial yang sah untuk memperkenalkan pendekatan Jalur Tengah ini sebagai dorongan yang cukup besar untuk peradaban dunia baru.

” kegiatan World peace forum ini kita mengundang 100 tokoh dunia dengan tujuan membicarakan tema ini bahkan Secara khusus dalam world peace forum ini kita mengundang kepala negara dan mantan kepala negara diantaranya pedana menteri malaysia Mahatir Muhamad mantan perdana menteri Australia,mantan perdana menteri Newzaland ,mantan perdana menteri Jepang dan juga sejumlah tokoh tokoh dari perintahan lain ,”jelas Prof Din Samsudin.(dede)

About contributor

Check Also

Gerakan Emak Emak Peduli Rakyat Mengadakan Orasi Di Depan Musium Polri

Razanews.com. rabu pagi 12/9 Gerakan Emak Emak Peduli Rakyat (GEMPUR) mengadakan aksi di depan Mabes …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *