Home / Peristiwa / TUNTUTAN DAN PENGADUAN PENGHUNI APARTEMEN BELLEZA DI BALAI KOTA DKI JAKARTA

TUNTUTAN DAN PENGADUAN PENGHUNI APARTEMEN BELLEZA DI BALAI KOTA DKI JAKARTA

Razanews, Jakarta

Razanews, Jakarta- Senin (27/2/17) di Balai Kota DKI Jakarta. Salah satu dari penguni Apartemen Bellezza yang bernama Yvonne menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok). Bermaksud untuk mengadu kepada Bapak Gubernur DKI Jakarta, karena telah merasa dirugikan oleh Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) perihal masalah dicopotnya alliran listrik dan air yang ada di Apartemen yang dihuni oleh Yvonne. Akan tetapi, tidak ada respon yang pasti dari Ahok justru Yvonne dihimbau untuk menghadap ke bagian hukum.

Apa yang didapat dari bagian hukum ternyata tidak sesuai dengan apa yang di inginkan oleh Yvonne, tidak adanya hasil yang konkrit dari permasalahan tersebut. Hanya kata sabar yang di dapat oleh Yvonne. Ini bukan pertama kalinya Yvonne melakukan pengaduan di Balai Kota DKI Jakarta pada tanggal 14/2 Yvonne juga melakukan hal yang sama. Pahitnya pada waktu Yvonne mendapatkan kata-kata kasar dari Inisial K “ saya dan bu Agnes mau ditonjok dan dihajar dan dikatain ibu-ibu kurang ajar” ungkapnya.

Permasalahan ini sudah dirasakan nya kurang lebih 2 tahun. Yvonne telah mengajukan gugatan ke pengadilan dan gugatan PMH Yvonne terhadap P3SRS Belleza di kabul, sedangkan gugatan P3SRS Belleza terhadap Yvonne ditolak dan sudah inkracht. Akan tetapi, pihak pengembang Apartemen tidak menghiraukan putusan pengadilan tersebut. Padahal dalam surat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman bernomor 612/1.796.55 tertanggal 9 Februari 2017 mengenai pengaduan yang dilayangkan oleh Yvonne kepada Plt. Gubernur DKI Jakarta tentang pemutusan aliran listrik dan air tower versailes lantai 12 no 07 Apartemen Balleze. Dimenangkan olehnya.

Yvonne mengatakan “ saya diduga menunggak pembayaran listrik dan air”. “ padahal saya mempunyai bukti-bukti baik berupa Kwitansi pembayaran dan kwitansi tersebut sudah diuji oleh pengadilan”. Ujarnya.

Tidak berhenti disana, ternyata pihak pengembang melakukan banding akan tetapi tetap saja ditolak. Bahkan sampai tahap pengadilan tinggi pihak P3SRS tetap ditolak.

Yvonne juga sudah melakukan konfirmasi ke PLN akan tetapi PLN menjawab itu adalah masalah internal ini dikarenakan Yvonne bukan pelanggan langsung PLN.

“ dimana masalah internal kalau saya tidak terdaftar sebagai pelanggan di PLN. Kalau yang terdaftar sebagai pelanggan di PLN adalah P3SRS. Jadi kita hanya berlanggan sampai gardu luar saja. “ ujarnya.

Yvonne sendiri sudah banyak melakukan upaya pelaporan tentang prihal ini, baik dari melapor ke Intansi, Institusi, Negara, Komnas Perempuan dan bahkan ke Komisi 3 dan 8.

Dari berbagai laporan itu hanya sekali respon manis yang di dapat Yvonne dan direalisasikan oleh Sony. Akan tetapi setelah Sony lengser tidak ada realisasi lebih lanjut, Yvonne sangat menyayangkan akan kinerja Gubernur DKI jakarta Ahok saat ini. (TJ)

About Dede

One comment

  1. pikir-pikir lagi nih mau beli apartemen..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *